Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Lukaku
Cahaya bulan membenamkan kembali
Ingatanku tentangmu di rongga dadaku yang perih
Beberapa puisi kembali seperti buih menggenang di aliran darahku yang saga …
Kulalui kelokan jalan bebatuan
Tempat dimana darahku yang tercecer
Tangan Tak Bertanggung Jawab
Hancur segalanya Akibat yang sederhana Namun berat nan besar
Terlihat biasa namun menghancurkan
Udara yang segar ....
Kini tak terhirup kembali Burung yang …
Dunia Anak
Sudah Semestinya Dunia anak…..
Dimana dunia telah Dihadirkan Bagi mereka yang merasakan
Begitupun kebahagiaan mereka
Suatu kebahagiaan utama yang diidamkan
Terlihat jelas tak hanya …
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Comments (Atom)