Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Lelah
Aku menemukan mata yang tersiksa ...
Saat itu hujan yang berkerumun
di sudutnya kemudian jatuh
Sungguh tak pernah benar-benar mengerti mengapa ia tumbuh …
Zikir Cinta
Sajadah suci aku bersimpuh
Memuja dengan zikir Asma mu Laailalahaillallah …
Temaram malam hening disudut kalbu
Mengingatmu …
Metamorfosisi
Dimalam pekat kami terikat ...
Jatuh bersama sedu dan suka ...
Tertuang sari bunga di seloki perak ....
Terpanjat surat serta kubuat ....
Makhluk lemah lembek ....
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Comments (Atom)