Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Hujan
Hujan yang Melukiskanmu
Setiap awan yang menampung
Kenangan akan selalu bermurah hati
Untuk mencurahkannya saat musim hujan bertandang
Seperti hari ini, hujan di kotamu kembali …
Lelah
Aku menemukan mata yang tersiksa ...
Saat itu hujan yang berkerumun
di sudutnya kemudian jatuh
Sungguh tak pernah benar-benar mengerti mengapa ia tumbuh …
Zikir Cinta
Sajadah suci aku bersimpuh
Memuja dengan zikir Asma mu Laailalahaillallah …
Temaram malam hening disudut kalbu
Mengingatmu …
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)