Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Secangkir Kopiku
Dulu ia yang sempat ku bahagiakan dengan segala kekuranganku …
Beginilah caraku tabah
Aku lupa cara menuang rasa
Pada secangkir kopi yang kau pesan
Dengan isyarat perpisahan pasti dan perlahan beku di pelupuk anak kerinduan …
No comments:
Post a Comment
Newer Post
Older Post
Home
View mobile version
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment