Aku hanya bisa melihat dan mendengar beritamu ...
Tanpa bisa berikan rangkulan tanganku ...
Gelegar dan semburan asap panasmu begitu indah tapi mematikan ...
Belasan korban eusdah kau renggut ...
Kau keluarkan semua isi perutmu ...
Kau muntahkan semua ...
Apa ini sapamu setelah kau tidur begitu lama ...
Apa ini tegusran buat manusia yang ada di kakimu ...
Apa ini obrolan yang lama engkau pendam ...
Hebat ternya sapaan mu ....
sampai tak ada nafas untuk manusia yang melihatmu ...
Kebahagiaan, kesenangan, kesedihan, kemuraman, kemarahan kau lebur jadi satu dengan asap dan abumu ..
Jendela jagat terasa terbuka dan kau sibak tanpa ampun ... Murka mu kah ini ...
Apa manusia yang ada di kakimu yang salah, akan semua ini ...
Mereka berteriak, lari dan menjerit ...
Kau kejar mereka sampai radius 3 kilometer ...
Berhamburan mereka meminta tolong ... seakan kiamat dihadapan mereka ...
Begitu dahsyat obrolanmu ...
Apa kau ingin kenal mereka lebih dekat ... atau kau peringatkan mereka ...
Manusia .... manusia .... manusia ... mereka tetap manusia ... yang lemah ...
Sudahlah tutup amarahmu ...
Sudahlah akhiri muntahan isi perutmu ...
Kembalilah tenang ... akan berapa banyak korban jiwa lagi kalau engkau teruskan muntahan isi perutmu ...
Tidurlah kembali ...
Mimpi yang indah ...
Kami akan selalu jaga hijau dan lestarimu ...
Mb@h
( For Mt. Sinabung 2.412 dpl_2014 )
No comments:
Post a Comment