Saturday, 23 April 2016

Korupsi



 Di Atas itu Lebih Enak ....

Bangsa ini indah, indah akan alamnya serta kaya akan rempah dan hasil buminya. Tapi kenapa bangsa ini miskin akan etika dan moral untuk bernegara. Apakah rasa patriotisme itu sudah luntur ?  Kita sebagai anak bangsa seharusnya tidak sampai sejauh itu, menggunakan fasilitas atau alat negara sebagai kepentingan pribadi. Tapi mengapa itu terjadi ?
KORUPSI atau rasuah ( bahasa latin : corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok ) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Dalam arti luasnya korupsi adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan atau kepentingan pribadi. Hanya karena demi uang manusia tega melakukan hal seperti itu. Rakyat hanya bisa melihat, mendengar dan merasakan dari jauh akan ganasnya para pimpinan dan para pejabatnya saling berebut kekayaan serta kekuasaan. Mau jadi apa negara ini kalau pimpinan nya seperti itu .... dan tidak seharusnya kepala kita sebagai rakyat diinjak bagai binatang yang siap disembelih kapanpun. Padahal kita ( rakyat ) yang buat mereka diatas. 
Negara ini kaya, kaya akan keragaman budayanya .... tapi kaya juga akan penjahatnya ..., kekayaan itu tidak sebanding dengan kelakuan anak bangsanya sendiri yang tega menggrogoti hasil buminya sendiri. Kita berhak marah akan semua ini, kita berhak untuk berteriak supaya mereka yang duduk di meja bundar itu dengar. Lagi-lagi mereka lolos dari kejaran. Mereka berkelit seakan-akan mereka tidak melakukan hal itu. Perbuatan melawan hukum itu biasa di negara tercinta ini, buktinya jeruji besi tidak membuat mereka kapok untuk melakukan tindakan yang sama. Apa yang buat mereka kapok ? agar mereka tidak melakukan hal itu lagi .... mari kita jawab sama-sama dalam wacana buku ini ....
Kurangnya pengetahuan kita akan korupsi bisa jadi dasar kalau kita ini mudah dibodohi oleh pihak manapun, baik pimpinan, pejabat ataupun alat negara lainya. Dari hulu sampai hilir harusnya kita tahu aliran dana ( uang ) yang mengalir untuk kita ( rakyat ) agar kita tidak mudah untuk dibodohi ... demo sebagai senjata mahasiswa atau kita ( rakyat ) tak lagi digubris apalagi teriak-teriak di depan gedung DPR atau DPRD pun kita masih ditendang keluar. Dikiranya kita ( rakyat ) ini hanya cari kerjaan saja. Korupsi ... seharusnya pemerintah juga sadar diri dan tidak saling menyalahkan kenapa anak bangsa ini ( abdi negara ) bisa melakukan hal itu ... apakah kurang gaji mereka, apakah kurang kesejahteraan keluarga mereka dan apakah mereka sendiri yang haus akan kekayaan dan kekuasaan ? kasus pelik ini memang sangat lebar kalau di bahas bahkan tak akan ada habisnya.      
                Lemahnya pengawasan dari negara, kurangnya transparasi dalam pengambilan keputusan pemerintah, biaya kampanye-kampanye polotik yang mahal, proyek yang melibatkan uang rakyat yang cukup besar, jaringan-jaringan tertutup “teman lama” mementingkan diri sendiri, lemahnya hukum di negara ini, kurangnya kebebasan berpendapat, serta gaji dan kesejahteraan para pegawai di pusat maupun daerah yang terlalu rendah, rakyat yang cuek dan tidak tertarik atau mudah dibohongi dalam pemilihan umum, kurangnya kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan. Dari dampak-dampak ini maka terjadilah tindak pidana tersebut. Seharusnya mereka ( koruptor ) berfikir jangan berfikir dan jangan hanya mementingkan perut sendiri. Coba kita berfikir secara logika, sebenarnya korupsi yang terjadi di negara kita ini merupakan kebiasaan dari bangsa kita sendiri contoh kecil, kita terbiasa menggunakan sesuatu ( uang ) yang bukan milik kita digunakan untuk melancarkan suatu kegiatan walaupun toh akhirnya uang itu kita kembalikan di posisi semula. Logika ini coba kita renungkan sama-sama, kalau kita belajar mengupas sesuatu dari dasar maka kita akan dapat mengetahui akar permasalahan itu sendiri. Korupsi ini merupakan tantangan serius terhadap pembangunan, di dalam suatu negara korupsi ini dapat merusak tatanan pemerintahan ( demokrasi ) bagaimana tidak secara umum korupsi mengikis kemampuan suatu lembaga atau konstitusi bayangkan pejabat diangkat bukan karena prestasi tapi karena sogokan yang cukup besar, hal ini memicu ke tidak demokrasian suatu negara dalam mengambil suatu kebijakan. Kita ( rakyat ) harusnya sadar hal-hal tersebut sudah menjadi budaya di negara kita, tapi kita ( rakyat ) tidak semestinya takut dan hanya diam dalam menyikapi hal ini.
                Kita ( rakyat ) mengapa selalu dibungkam dan dibutakan tentang hal yang satu ini ? mereka ( koruptor ) tidak sadar bahwa mereka bisa ada diatas karena kita ( rakyat) mereka ( koruptor ) selalu berteriak atas nama rakyat dan bertindak atas nama rakyat. Kita bangsa Indonesia sudah lama dijajah kurang lebih 350 tahun kita merasakan pedihnya dijajah oleh bangsa asing tapi kenapa kita ( rakyat ) justru sekarang dijajah oleh bangsa kita sendiri ( koruptor ) sudah gelap kah otak kita untuk berfikir lebih sehat, sudah tidak mampu kah kita untuk berjalan lebih tegap menyongsong masa depan. Mau di kasih makan apa anak cucu kita nanti ? nasi hasil korupsi kah, pakaian hasil korupsi kah, rumah hasil korupsi kah ? tanda tanya yang sangat besar di otak kita sekarang ....
                Di media elektronik, koran, media sosial bahkan di seluruh dunia ini membahas masalah ini ... apakah pantas anak cucu kita setiap hari dijejali tontonan yang seperti itu ? harusnya mereka ( koruptor ) sadar diri bahwa anak-anaknya pun punya masa depan ... apa anak-anak nantinya akan bangga punya bapak seorang koruptor ? ketidakadilan ini menuai kontroversi harusnya tidak ... kalau mereka ( koruptor ) itu punya otak ... dimana mereka punya otak orang sama bangsa sendiri aja tega ... itu cermin bangsa kita yang sudah larut akan kekayaan dan kekuasaan ... kita ( rakyat ) harus sadar diri bahwa dunia ini semakin renta dan tua untuk dipijak akan melangkah kemana kalau anak cucu kita nanti berjalan dijalan yang sudah gelap dan tertutup ... apakah mereka bisa hidup dengan damai dan sejahtera kalau negara tidak bisa lagi mensejahterahkan rakyatnya ? Memang Di Atas itu Enak toh ...
                Hukum yang sangat lemah di negara ini membuat setiap peristiwa demi peristiwa gampang untuk dilipat dan dilupakan bahkan dianggap suatu hal yang remeh, tidak adanya efek jera bagi sang pelaku ( koruptor ) membuat mereka tidak kapok untuk mengulang perbuatannya. Pertentangan yang sangat kontroversial dimana sang pelaku selalu berkelit dalam setiap kasus, membuat kuping kita ( rakyat ) geram dan jengah. Tindakan sang penegak hukum pun tak ada bedanya, mereka sendiri terjerat dalam lingkaran ( korupsi ). Lalu kapan para pelaku ( koruptor ) bisa diberantas di negara ini. Bencana yang sangat besar yang melanda di negara kita yang tercinta ini belum tertuntaskan sampai kapanpun, karena mereka ( pejabat / koruptor ) tetap berfikir kalau di atas itu lebih enak ...

No comments:

Post a Comment