Menurut penuturan seorang pembantu di keluarga besarnya, Roy
menghabiskan 68% masa remaja dengan melakukan Sebuah penelitian yg tragis
terhadap gambar-gambar porno menggunakan aplikasi WordStar 1.0. Di masa
kecilnya ini, Roy pernah membuat kehebohan ketika ia membuat sebuah atau
mengklaim telah menemukan huruf kuno yang telah lama hilang ketika ia membuka
gambar tersebut dengan aplikasi WordStar tersebut. Tetapi, saking tamak dan
rakusnya, ketika orang mulai ramai membicarakan hal ini, Roy menyembunyikan
dengan keras temuannya ini dengan harapan, kelak ketika ia sudah cukup dewasa
dan paham hukum, ia bisa mematenkan temuannya ini. Roy juga melakukan
penelitian melakukan analisa spektrum suara dengan menggunakan aplikasi Cracked
Winamp 1.0 Enterprise Edition for Forensics Officer. Pembantunya juga bercerita
bahwa foto dirinya sering dibuat bahan belajar cropping yang dipasangkan dengan
tubuh berbagai macam makhluk ciptaan tuhan. Kebiasaannya mengamati gambar porno
semakin menjadi-jadi. Untuk menambah koleksi dan referensinya dia bahkan pernah
menyamar menjadi pemulung sekedar untuk mengais-ais gambar porno dari tempat
sampah.Bukan hanya itu, pernah pula ia hampir merusak reputasi kepseknya dengan
mengancam menyebarkan foto2 syur sang kepsek ketika tidur bersama monyet betina
kesayangannya. Tapi sayang di masa itu, keahlian Roy hanya dianggap
sebagai gejala penyakit yang entah apa namanya, semacam penyakit di mana orang
bisa kecanduan dengan gambar binatang masa pra-sejarah yang notabene memang
telanjang. Sekarang setelah ia dikenalkan senjata bernama laptop oleh temannya, kelainan itu kambuh lagi. Usut punya usut apa yang
dilakukan oleh Roy dengan laptopnya 68% cuma copy-paste gambar2 porno dari AGGI
(Asosiasi Germo-Germo Indonesia), video ” film biru ” dan hal-hal jorok lain.
Parahnya, Ia diangkat sebagai ahli TI Indonesia di HPR karena kemampuannya
memanipulasi gambar2 seperti itu. Maksudnya supaya para anggota HPR bisa tahu
apakah video biru yang mereka tonton 100% orisinil atau tidak. belakangan
diketahui kalau dari 100% itu 68% Roy
Sunday, 24 April 2016
Cinta dan Kasih
Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada
dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat
aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia
tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di
dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku
menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu
lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?
Cinta dan Takwa
Sahabatku, Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung
selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an
katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man
ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada
tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang
lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain,
dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang
lain/diri sendiri. Itulah sebabnya bagi orang yang telah jatuh cinta karena
Allah, maka ia lebih suka mengajak pasangannya berjuang dijalan Allah,
berharap keridhaan Allah, meraih kebahagiaan dengan ketakwaan kepada Allah
bukan hawa nafsu.
Subscribe to:
Posts (Atom)