Sunday, 24 April 2016

Remaja Roy



Menurut penuturan seorang pembantu di keluarga besarnya, Roy menghabiskan 68% masa remaja dengan melakukan Sebuah penelitian yg tragis terhadap gambar-gambar porno menggunakan aplikasi WordStar 1.0. Di masa kecilnya ini, Roy  pernah membuat kehebohan ketika ia membuat sebuah atau mengklaim telah menemukan huruf kuno yang telah lama hilang ketika ia membuka gambar tersebut dengan aplikasi WordStar tersebut. Tetapi, saking tamak dan rakusnya, ketika orang mulai ramai membicarakan hal ini, Roy  menyembunyikan dengan keras temuannya ini dengan harapan, kelak ketika ia sudah cukup dewasa dan paham hukum, ia bisa mematenkan temuannya ini. Roy  juga melakukan penelitian melakukan analisa spektrum suara dengan menggunakan aplikasi Cracked Winamp 1.0 Enterprise Edition for Forensics Officer. Pembantunya juga bercerita bahwa foto dirinya sering dibuat bahan belajar cropping yang dipasangkan dengan tubuh berbagai macam makhluk ciptaan tuhan. Kebiasaannya mengamati gambar porno semakin menjadi-jadi. Untuk menambah koleksi dan referensinya dia bahkan pernah menyamar menjadi pemulung sekedar untuk mengais-ais gambar porno dari tempat sampah.Bukan hanya itu, pernah pula ia hampir merusak reputasi kepseknya dengan mengancam menyebarkan foto2 syur sang kepsek ketika tidur bersama monyet betina kesayangannya. Tapi sayang di masa itu, keahlian Roy hanya dianggap sebagai gejala penyakit yang entah apa namanya, semacam penyakit di mana orang bisa kecanduan dengan gambar binatang masa pra-sejarah yang notabene memang telanjang. Sekarang setelah ia dikenalkan senjata bernama laptop oleh temannya, kelainan itu kambuh lagi. Usut punya usut apa yang dilakukan oleh Roy dengan laptopnya 68% cuma copy-paste gambar2 porno dari AGGI (Asosiasi Germo-Germo Indonesia), video ” film biru ” dan hal-hal jorok lain. Parahnya, Ia diangkat sebagai ahli TI Indonesia di HPR karena kemampuannya memanipulasi gambar2 seperti itu. Maksudnya supaya para anggota HPR bisa tahu apakah video biru yang mereka tonton 100% orisinil atau tidak. belakangan diketahui kalau dari 100% itu 68% Roy

Cinta dan Kasih



Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,
Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku.
Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?
Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku
Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.
Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci,
Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi
Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

Cinta dan Takwa



Sahabatku, Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalu mengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’an katsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya (man ahabba syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cinta sejati ada tiga : (1) lebih suka berbicara dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, (2) lebih suka berkumpul dengan yang dicintai dibanding dengan yang lain, dan (3) lebih suka mengikuti kemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Itulah sebabnya bagi orang yang telah jatuh cinta karena Allah, maka ia lebih suka  mengajak pasangannya berjuang dijalan Allah, berharap keridhaan Allah, meraih kebahagiaan dengan ketakwaan kepada Allah bukan  hawa nafsu.