Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Getar Cinta
Getar kau bisikan kata cinta, setiap waktu ...
Kau ajarkan kasih sayang ...
Hingga detik ini
Mungkinkah aku bisa mencintaimu ... selamanya .... hingga maut kata pujangga ....
Sepenuh Hatiku
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari …
Hitam Matamu
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut sendu …
Rumahku dari unggun-unggun
Sajak kaca jernih dari segala nampak
Kulari dari gedung lebar halaman
Aku tersesat tak dapat jalan
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)