Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Duka dan Derita
Jiwa membangun duka dan derita ...
Hati ini rindu pada seseorang yang mau mengisinya.
Selalu setia merawat dan menjaganya.
Terkadang rasa cemburu ada,
Ketika melihat orang lain yang ada ...
Pujaanku
Dari manakah rindu ini terbawa,
Padahal heningnya biasa saja,
Hanya tak sadarkah aku,
Wangimu yang masih disudut kalbu.
240 purnama kukira telan …
Kamu matamu tajam bagaikan elang ...
Bulu matamu lentik bagaikan koala ...
kulitmu halus bagaikan kijang ... dan yang paling buat aku suka ...
Tubuhmu wangi laksana bunga ...
Kau pujaanku ...
Demonstrasi
Kami… Kami… Kamilah orang-orang terpilih
Generasi muda negeri ini
Pahlawan sejati…
Kami… Mengkomitmenkan diri kami
Mendedikasikan negeri kami
Untuk menanggung nasib negeri…
Kami… … Insiden sebongkah batu kulempar untuk menyemangatimu ...
Tapi apa yang ku dapat hingga kaca pun pecah dan ternyata itu kaca kantor aku pun merugi
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)