Jendela Sastra
Sunday, 24 April 2016
Layarku
Bukit ia duduk bersimpuh di atas bukit memandangi sekitar,
Dari luasnya savana ia rebahkan badannya,
Diatas rumput-rumput hingga tak terlihat oleh ilalang yang kering
Dermaga akulah dermaga,
Menepilah, meski sesaat tak mengapa
Sejati Cinta
Dibesarkan dengan kasih sayang
Dididik dengan cinta dan kelembutan
Karena itu….. sebelum semua pergi
Sebelum semua sirna …
Merindukanmu
Merindukanmu berhari ku lalui
Tanpa hadirmu disisi akankah kau mengerti arti cintaku
Ini bayangmu yang hanya mampu membuat rasa rindu ini semakin menjadi
Setitik kebahagiaan ku dilahirkan dengan penuh perjuangan
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)