Di Atas itu Lebih Enak ....
Bangsa ini indah, indah akan alamnya
serta kaya akan rempah dan hasil buminya. Tapi kenapa bangsa ini miskin akan
etika dan moral untuk bernegara. Apakah rasa patriotisme itu sudah luntur
? Kita sebagai anak bangsa seharusnya
tidak sampai sejauh itu, menggunakan fasilitas atau alat negara sebagai
kepentingan pribadi. Tapi mengapa itu terjadi ?
KORUPSI atau
rasuah ( bahasa latin : corruptio dari kata kerja corrumpere
yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok ) adalah
tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain
yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal
menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk
mendapatkan keuntungan sepihak. Dalam arti luasnya korupsi adalah
penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan atau kepentingan pribadi. Hanya
karena demi uang manusia tega melakukan hal seperti itu. Rakyat hanya bisa
melihat, mendengar dan merasakan dari jauh akan ganasnya para pimpinan dan para
pejabatnya saling berebut kekayaan serta kekuasaan. Mau jadi apa negara ini
kalau pimpinan nya seperti itu .... dan tidak seharusnya kepala kita sebagai
rakyat diinjak bagai binatang yang siap disembelih kapanpun. Padahal kita (
rakyat ) yang buat mereka diatas.
Negara ini kaya,
kaya akan keragaman budayanya .... tapi kaya juga akan penjahatnya ...,
kekayaan itu tidak sebanding dengan kelakuan anak bangsanya sendiri yang tega
menggrogoti hasil buminya sendiri. Kita berhak marah akan semua ini, kita
berhak untuk berteriak supaya mereka yang duduk di meja bundar itu dengar.
Lagi-lagi mereka lolos dari kejaran. Mereka berkelit seakan-akan mereka tidak
melakukan hal itu. Perbuatan melawan hukum itu biasa di negara tercinta ini,
buktinya jeruji besi tidak membuat mereka kapok untuk melakukan tindakan yang
sama. Apa yang buat mereka kapok ? agar mereka tidak melakukan hal itu lagi
.... mari kita jawab sama-sama dalam wacana buku ini ....
Kurangnya
pengetahuan kita akan korupsi bisa jadi dasar kalau kita ini mudah dibodohi
oleh pihak manapun, baik pimpinan, pejabat ataupun alat negara lainya. Dari
hulu sampai hilir harusnya kita tahu aliran dana ( uang ) yang mengalir untuk
kita ( rakyat ) agar kita tidak mudah untuk dibodohi ... demo sebagai senjata
mahasiswa atau kita ( rakyat ) tak lagi digubris apalagi teriak-teriak di depan
gedung DPR atau DPRD pun kita masih ditendang keluar. Dikiranya kita ( rakyat )
ini hanya cari kerjaan saja. Korupsi ... seharusnya pemerintah juga sadar diri
dan tidak saling menyalahkan kenapa anak bangsa ini ( abdi negara ) bisa
melakukan hal itu ... apakah kurang gaji mereka, apakah kurang kesejahteraan
keluarga mereka dan apakah mereka sendiri yang haus akan kekayaan dan kekuasaan
? kasus pelik ini memang sangat lebar kalau di bahas bahkan tak akan ada
habisnya.
Lemahnya pengawasan dari negara,
kurangnya transparasi dalam pengambilan keputusan pemerintah, biaya kampanye-kampanye
polotik yang mahal, proyek yang melibatkan uang rakyat yang cukup besar,
jaringan-jaringan tertutup “teman lama” mementingkan diri sendiri, lemahnya
hukum di negara ini, kurangnya kebebasan berpendapat, serta gaji dan
kesejahteraan para pegawai di pusat maupun daerah yang terlalu rendah, rakyat
yang cuek dan tidak tertarik atau mudah dibohongi dalam pemilihan umum, kurangnya
kontrol yang cukup untuk mencegah penyuapan. Dari dampak-dampak ini maka
terjadilah tindak pidana tersebut. Seharusnya mereka ( koruptor ) berfikir
jangan berfikir dan jangan hanya mementingkan perut sendiri. Coba kita berfikir
secara logika, sebenarnya korupsi yang terjadi di negara kita ini merupakan
kebiasaan dari bangsa kita sendiri contoh kecil, kita terbiasa menggunakan
sesuatu ( uang ) yang bukan milik kita digunakan untuk melancarkan suatu
kegiatan walaupun toh akhirnya uang itu kita kembalikan di posisi semula.
Logika ini coba kita renungkan sama-sama, kalau kita belajar mengupas sesuatu dari
dasar maka kita akan dapat mengetahui akar permasalahan itu sendiri. Korupsi
ini merupakan tantangan serius terhadap pembangunan, di dalam suatu negara
korupsi ini dapat merusak tatanan pemerintahan ( demokrasi ) bagaimana tidak
secara umum korupsi mengikis kemampuan suatu lembaga atau konstitusi bayangkan
pejabat diangkat bukan karena prestasi tapi karena sogokan yang cukup besar,
hal ini memicu ke tidak demokrasian suatu negara dalam mengambil suatu
kebijakan. Kita ( rakyat ) harusnya sadar hal-hal tersebut sudah menjadi budaya
di negara kita, tapi kita ( rakyat ) tidak semestinya takut dan hanya diam
dalam menyikapi hal ini.
Kita ( rakyat ) mengapa selalu
dibungkam dan dibutakan tentang hal yang satu ini ? mereka ( koruptor ) tidak
sadar bahwa mereka bisa ada diatas karena kita ( rakyat) mereka ( koruptor )
selalu berteriak atas nama rakyat dan bertindak atas nama rakyat. Kita bangsa
Indonesia sudah lama dijajah kurang lebih 350 tahun kita merasakan pedihnya
dijajah oleh bangsa asing tapi kenapa kita ( rakyat ) justru sekarang dijajah
oleh bangsa kita sendiri ( koruptor ) sudah gelap kah otak kita untuk berfikir
lebih sehat, sudah tidak mampu kah kita untuk berjalan lebih tegap menyongsong
masa depan. Mau di kasih makan apa anak cucu kita nanti ? nasi hasil korupsi
kah, pakaian hasil korupsi kah, rumah hasil korupsi kah ? tanda tanya yang
sangat besar di otak kita sekarang ....
Di media elektronik, koran,
media sosial bahkan di seluruh dunia ini membahas masalah ini ... apakah pantas
anak cucu kita setiap hari dijejali tontonan yang seperti itu ? harusnya mereka
( koruptor ) sadar diri bahwa anak-anaknya pun punya masa depan ... apa
anak-anak nantinya akan bangga punya bapak seorang koruptor ? ketidakadilan ini
menuai kontroversi harusnya tidak ... kalau mereka ( koruptor ) itu punya otak
... dimana mereka punya otak orang sama bangsa sendiri aja tega ... itu cermin
bangsa kita yang sudah larut akan kekayaan dan kekuasaan ... kita ( rakyat )
harus sadar diri bahwa dunia ini semakin renta dan tua untuk dipijak akan
melangkah kemana kalau anak cucu kita nanti berjalan dijalan yang sudah gelap
dan tertutup ... apakah mereka bisa hidup dengan damai dan sejahtera kalau
negara tidak bisa lagi mensejahterahkan rakyatnya ? Memang Di Atas itu Enak toh
...
Hukum yang sangat lemah di
negara ini membuat setiap peristiwa demi peristiwa gampang untuk dilipat dan
dilupakan bahkan dianggap suatu hal yang remeh, tidak adanya efek jera bagi
sang pelaku ( koruptor ) membuat mereka tidak kapok untuk mengulang perbuatannya.
Pertentangan yang sangat kontroversial dimana sang pelaku selalu berkelit dalam
setiap kasus, membuat kuping kita ( rakyat ) geram dan jengah. Tindakan sang
penegak hukum pun tak ada bedanya, mereka sendiri terjerat dalam lingkaran (
korupsi ). Lalu kapan para pelaku ( koruptor ) bisa diberantas di negara ini.
Bencana yang sangat besar yang melanda di negara kita yang tercinta ini belum
tertuntaskan sampai kapanpun, karena mereka ( pejabat / koruptor ) tetap
berfikir kalau di atas itu lebih enak ...