Sunday, 24 April 2016

Indah ...



Mewujud ditemani tangis airmata waktu lihatlah …
Sebuah permohonan memujimu adalah matahari yang tak lekang oleh malam,
Tidak pula sinarnya berkabut awan mendung
Dimana burung-burung prenjak selalu berlayar di birunya langit …
Dan inilah keindahan itu
Hingga pada akhirnya aku harus puas
Pada kekalahan yang tak pernah aku inginkan.

Diamku Sekamku



Tanpa tanda tanya adakah yang harus dipertahankan dari sebuah diam?
Bertahan dengan tanpa perasaan atau hanya ada dingin yang tersekam?
Bagaimana bila dadaku lebih mengharap …
Kembalilah siang ini kata-kata yang mulai lelah
Rebah di kepalaku saat bayanganmu yang dulu sempat memelukku kembali

Nafasku



Ijinkan sekali lagi aku menghela nafas yang kian tersengal
Nafas yang hampir mencapai akhir,
Lalu ruhku akan menghambur keluar menyapa tiap nanar …